Larasi LabsOperations · Assets · Technology

Aset & Lisensi

Checklist Pengelolaan Warranty Hardware dan Lisensi Software

Tim Larasi Labs5 menit baca

Ada satu pola yang muncul di hampir semua bisnis berbasis proyek: garansi hardware (warranty) habis tanpa ada yang sadar, atau lisensi perangkat lunak (software) menagih biaya perpanjangan otomatis untuk tool yang sudah lama tidak dipakai. Bukan karena timnya lalai, tapi karena informasi ini tersebar di banyak tempat — invoice di email, garansi di lemari arsip, lisensi di akun masing-masing karyawan.

Kenapa ini gampang terlewat

Warranty dan lisensi punya karakter yang sama: keduanya punya tanggal kedaluwarsa, tapi tanggal itu jarang dicek sampai terjadi masalah. Hardware rusak baru dicek apakah masih bergaransi. Software berhenti berfungsi baru dicek apakah lisensinya masih aktif. Pada titik itu, opsinya sudah terbatas.

Masalah bertambah rumit ketika satu orang yang biasa mengurus ini resign atau pindah divisi, dan informasinya ikut hilang bersamanya.

Checklist minimum yang perlu dipegang setiap tim

Untuk warranty hardware:

  • Nomor seri dan tanggal pembelian tercatat di satu tempat, bukan hanya di invoice fisik
  • Tanggal mulai dan berakhir garansi, termasuk apakah garansinya on-site atau harus dikirim ke pusat servis
  • Kontak resmi vendor atau distributor untuk klaim garansi
  • Riwayat klaim sebelumnya, jika ada — ini penting untuk menilai keandalan unit yang sama

Untuk lisensi software:

  • Jenis lisensi (langganan bulanan, tahunan, atau perpetual)
  • Tanggal perpanjangan otomatis dan siapa yang berwenang membatalkannya
  • Jumlah seat yang dibayar vs. yang benar-benar terpakai
  • Siapa pemilik akun admin dari lisensi tersebut

Kesalahan paling umum

Kesalahan paling sering bukan soal pencatatan yang salah, tapi pencatatan yang tidak konsisten. Sebagian aset dicatat di spreadsheet, sebagian lain hanya diingat oleh satu orang, dan sebagian lagi tidak dicatat sama sekali sampai muncul masalah. Ketika audit atau pergantian tim terjadi, celah ini baru terlihat jelas.

Kesalahan kedua adalah menyamakan “sudah dicatat” dengan “akan diingatkan”. Mencatat tanggal kedaluwarsa di spreadsheet tidak sama dengan mendapat notifikasi sebelum tanggal itu tiba. Tanpa pengingat otomatis, catatan itu baru dibuka ketika sudah terlambat.

Membuat proses ini tidak bergantung pada satu orang

Cara paling sederhana untuk mulai membenahi ini adalah memisahkan pencatatan aset dari ingatan personal — semua warranty dan lisensi masuk ke satu daftar terpusat, lengkap dengan tanggal kedaluwarsa dan penanggung jawabnya, sehingga siapa pun di tim bisa mengeceknya tanpa harus bertanya ke orang tertentu.

Ini yang dijawab oleh AssetHub, modul pengelolaan aset dari Larasi Labs — mencatat hardware dan lisensi software dalam satu tempat, dengan pengingat sebelum warranty atau lisensi berakhir.

Untuk memantau progres proyek yang berkaitan dengan aset ini, baca juga cara monitoring progres proyek tanpa bergantung pada chat dan spreadsheet.